Inilah Yang Harus Anda Siapkan Untuk Mengajukan KPR

Sepertinya menjadi solusi bagi orang yang ingin mempunyai rumah idaman.Maklum, tidak banyak orang mampu membeli rumah secara tunai /cash mengingat harga yg begitu tinggi dan selalu naik.

Sejatinya dalam membeli rumah melalui KPR pun, tetap harus menyiapkan dana lebih untuk membayar sejumlah biaya membeli rumah. Apa saja biaya itu?

Biaya Tanda Jadi

Biaya tanda jadi ini berlaku untuk rumah bekas maupun baru. Biasanya kalau rumah bekas itu kita bayar keperantara. Sedangkan untuk rumah baru, biaya tanda jadi ini diberikan pada pihak developer sebagai tanda memesan unit rumah.

Uang Muka

Uang muka harus disiapkan sejak awal. Ketika sudah mencapai akad kredit dengan bank, barulah melunasi uangmuka dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) di depan notaris. SPJB ini merupakan bukti pelunasan uang muka saat akad kredit

Biaya Notaries Untuk Mengikat Kredit dan Sertifikat Tanah

Biaya ini mencakup balik nama sertifikat tanah dan dokumen lain yang berkaitan dengan rumah. Biaya ini menjadi tanggungan pihak pembeli.

Biaya Provisi, Asuransi

Biaya ini dikutip oleh bank jika apply KPR BCA disetujui. Besarannya tergantung masing-masing bank.Rata-rata sekitar 1% dari nilai pinjaman.

Di samping itu, siapkan juga dana asuransi jiwa dan asuransi kebakaran. Itu baru biaya-biaya yang harus diketahui sejak awal ketika berniat membeli rumah.

Begitu sudah siap dengan berbagai biaya yang muncul, berikutnya adalah proses mengajukan KPR ke bank. Apa saja yang harus diketahui:

Persyaratan pengajuan KPR sehingga mudah melengkapi dokumen.

Akan ada proses appraisal (penilaian) terhadap rumah yang hendak dibeli.

Kalkulasi penawaran bank (suku bunga, biaya akad kredit, asuransi, dan lain sebagainya)

Akad kredit

Misalnya sudah mendapatkan rumah yang diincar dan sudah memberikan uang tanda jadi. Lalu apa langkah berikutnya? Lengkapi dokumen yang dipersyaratkan dan pastikan semua dokumen sudah disiapkan sebelum mengajukan ke bank.

Dokumen pribadi:

  • KTP dan KK (kartukeluarga)
  • NPWP
  • Buku nikah
  • Slip gaji
  • Surat keterangan bekerja (bagi pegawai)
  • Rekening Koran tabungan 3 bulan terakhir.

     Dokumen rumah yang hendak dibeli

  • Salinan sertifikat tanah
  • Salinan izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Salinan surat tanda jadi dari developer/penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.

Setelah semua dokumen pengajuan KPR lengkap, baru dibawa ke bank. Pihak Bank akan memeriksa semua kelengkapan dokumen tersebut secara administratif. Tidak ketinggalan juga bank akan memeriksa rekam jejak nasabah melalui BI Checking.

Proses appraisal

  • Begitu lolos dari BI Checking dan dianggap layak mendapat pinjaman, maka bank akan melanjutkan proses pengajuan KPR. Biasanya kalau beli rumah lewat developer yang sudah bekerja sama dengan bank, tahapan appraisal ini tidak dipungut biaya. Pasalnya, bank sudah setuju dengan harga rumah tersebut dan tidak perlu lagi menilai harga rumah yang jadi obyek jaminan kredit.
  • Beda kasus dengan membeli rumah bekas atau rumah baru di mana developer tidak bekerja sama dengan bank. Pihak bank akan mengutus petugas untuk menilai atau melakukan appraisal rumah tersebut untuk menentukan harganya.
  • Sebagai catatan, proses appraisal ini tidak gratis. Calon pembeli rumah harus membayar jasa petugas appraisal yang besarannya sesuai dengan kebijakan bank. Lain halnya jika mengajukan KPR ke bank syariah yang tidak memungut bayaran jasa appraisal.

Kalkulasi penawaran bank

  • Ketika bank sudah menginformasikan appraisal dari rumah tersebut dan setuju mencairkan pinjaman KPR, jangan buru-buru bersorak dulu. Perhatikan beberapa hal sebelumnya mengingat KPR adalah perjanjian hutang dengan jangka waktu yang panjang.